Krakatau Steel Lewat Anak Usaha Kunci Pengiriman Pipa Gas Dumai–Sei Mangkei Sebagai Bagian PSN

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:40:10 WIB
Krakatau Steel Lewat Anak Usaha Kunci Pengiriman Pipa Gas Dumai–Sei Mangkei Sebagai Bagian PSN

JAKARTA - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) melalui anak usahanya resmi membuka babak baru dalam pembangunan infrastruktur energi nasional dengan mengirimkan pipa baja untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) pipa gas transmisi Dumai–Sei Mangkei (Dusem). Seremoni pengiriman perdana ini berlangsung di fasilitas PT Krakatau Pipe Industries, Cilegon, Banten, pada Kamis (19 Februari 2026) dan menandai langkah penting dalam proses pipanisasi gas bumi.

Pipa Gas Strategis untuk Konektivitas Energi Nasional

Proyek Dumai–Sei Mangkei merupakan salah satu jaringan pipanisasi gas bumi yang menjadi bagian dari infrastruktur vital untuk sistem energi di Indonesia, terutama untuk menghubungkan sumber gas dari wilayah Sumatra dengan pasar di wilayah selatan dan Jawa. Total panjang jaringan pipa ini dikembangkan mencapai sekitar 540 kilometer, dengan jenis pipa baja berdiameter besar yang diproduksi oleh Krakatau Pipe Industries.

Dalam sambutannya pada acara pengiriman perdana, Direktur Komersial, Pengembangan Usaha dan Portofolio KRAS, Hernowo menegaskan bahwa produk pipa yang digunakan dalam proyek ini memiliki kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi, mencapai 60%, yang mencerminkan kontribusi substansial industri domestik dalam pembangunan infrastruktur energi nasional.

Kolaborasi Industri dan Target Penyelesaian

Untuk memenuhi target pengerjaan dan tenggat waktu proyek Dusem, Krakatau Steel tidak hanya mengandalkan kapasitas internal, tetapi juga menggandeng mitra swasta dalam produksi pipa, di mana bahan baku utama masih berasal dari Krakatau Steel Group. Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat distribusi material ke lokasi proyek.

Proses distribusi material pipa dilakukan secara bertahap, dengan pengiriman dilakukan baik melalui jalur darat maupun laut untuk mengejar target penyelesaian proyek yang ditetapkan pemerintah. Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi mengatakan bahwa pengiriman material dilakukan menyesuaikan kebutuhan konstruksi di lapangan.

Konstruksi dan Spesifikasi Teknis Pipa

Material pipa baja yang diproduksi dari fasilitas Krakatau Pipe Industries memiliki spesifikasi teknis yang memenuhi standar internasional untuk proyek transmisi gas. Pipa ini dibuat dari baja dengan spesifikasi API X52, sebuah standar yang banyak digunakan di industri energi untuk pipa transmisi yang mampu menahan tekanan kerja tinggi dan kondisi ekstrem di jaringan pipa bawah tanah.

Jumlah total material yang akan dipasok oleh konsorsium BUMN ini diperkirakan mencapai puluhan ribu ton, memperlihatkan skala besar dari proyek Dusem. Selain itu, pengiriman dimulai dengan sekitar 1.000 batang pipa yang telah dikirim menuju berbagai lokasi pekerjaan pembangunan sepanjang rute proyek tersebut.

Peran BUMN dalam Mendukung Kemandirian Industri

Dirjen Migas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman menyampaikan apresiasi kepada Krakatau Steel Group atas keterlibatannya dalam proyek ini. Ia menilai keterlibatan industri nasional merupakan bagian penting dari upaya untuk menyediakan layanan terbaik bagi pembangunan ketahanan energi Indonesia.

Proyek ini tidak hanya berpotensi memperkuat sistem konektivitas energi, tetapi juga mendorong kemandirian industri di dalam negeri melalui optimalisasi produk lokal. Tingginya kandungan TKDN dalam proyek pipa ini menjadi contoh nyata dari pemanfaatan kapabilitas industri nasional untuk mendukung agenda pembangunan infrastruktur strategis nasional.

Proyeksi Dampak dan Agenda Selanjutnya

Setelah pengiriman perdana pipa ini, fase selanjutnya adalah pemasangan pipa di berbagai segmen rute proyek yang akan dilaksanakan sesuai jadwal konstruksi yang ditetapkan. Pemerintah menargetkan proyek ini selesai pada tahun 2027, sehingga bisa segera digunakan untuk mengalirkan gas bumi dari Wilayah Kerja Andaman ke Jawa dan daerah lainnya, memperkuat akses energi yang lebih efisien dan merata di Indonesia.

Pipa transmisi ini dipandang sebagai tulang punggung infrastruktur energi baru dan terbarukan ke depan, karena selain memberikan akses energi yang lebih luas, proyek ini juga mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan. Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk membangun ekosistem energi nasional yang lebih kompetitif serta menciptakan konektivitas yang lebih baik antara provinsi-provinsi di Sumatra dan Jawa.

Dengan dimulainya pengiriman perdana pipa gas ini, Krakatau Steel Group mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional, sekaligus menunjukkan kontribusi nyata industri nasional dalam mendukung pembangunan jangka panjang Indonesia.

Terkini