KAI Logistik Antisipasi Lonjakan Angkutan Barang Menjelang dan Saat Lebaran 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 13:14:49 WIB
KAI Logistik Antisipasi Lonjakan Angkutan Barang Menjelang dan Saat Lebaran 2026

JAKARTA - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat tren positif pada volume angkutan barang sejak awal tahun ini dan memperkirakan pertumbuhan tersebut terus meningkat hingga momen Lebaran pada akhir Maret 2026. Data internal perusahaan menunjukkan kenaikan signifikan yang dipicu oleh tingginya permintaan distribusi menjelang serangkaian hari besar nasional pada awal tahun ini.

Pertumbuhan Volume Angkutan di Awal Tahun

KAI Logistik mencatat volume angkutan barang mencapai 222 ribu ton pada awal tahun 2026, atau tumbuh 44 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 154 ribu ton. 
VP of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, mengatakan bahwa lonjakan tersebut tidak terlepas dari kebutuhan distribusi bagi sektor industri yang meningkat seiring dengan berbagai momentum penting di awal tahun.

Menurut Dwi, peningkatan kapasitas layanan ini diperkirakan masih akan terus terjadi hingga Maret 2026, seiring pergerakan barang yang semakin tinggi menjelang Lebaran.

Momentum Hari Besar yang Dorong Permintaan

Beberapa momen besar keagamaan yang jatuh pada Februari–Maret 2026 turut menjadi pemicu lonjakan distribusi barang. Kalender nasional mencatat sejumlah perayaan penting seperti Tahun Baru Imlek pada 17 Februari 2026, awal bulan Ramadan 19 Februari 2026, Hari Raya Nyepi 19 Maret 2026, dan puncaknya adalah perayaan Idulfitri atau Lebaran yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026.

Menurut Dwi, arus distribusi yang meningkat ini merupakan bagian dari dinamika produksi di berbagai sektor industri yang menyesuaikan dengan permintaan pasar saat periode-periode strategis tersebut.

Layanan KA Kontainer dan Kebijakan ODOL

Dalam upaya memperkuat layanan angkutan barang, KAI Logistik menilai kereta api kontainer sebagai moda transportasi yang efisien untuk mengantisipasi kebutuhan distribusi yang semakin tinggi. 
Moda kereta api ini dinilai memiliki kapasitas angkut besar, waktu tempuh lebih cepat, serta jadwal perjalanan yang teratur, sehingga dapat mendorong efisiensi pengelolaan rantai pasok secara menyeluruh.

Peningkatan layanan kereta kontainer ini juga sejalan dengan rencana penerapan kebijakan zero Over Dimension and Over Load (ODOL) atau pelarangan kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan pada 2027 mendatang.

Sertifikasi Halal Sebagai Nilai Tambah Layanan

Selain kapasitas, KAI Logistik juga menambahkan aspek kualitas dalam layanan angkutannya dengan menghadirkan sertifikasi halal pada fasilitas tertentu. 
Terminal barang seperti Sungai Lagoa Jakarta, Klari Karawang, Ronggowarsito Semarang, dan Kalimas Surabaya telah mendapatkan sertifikasi halal, sehingga layanan ini memberikan jaminan kepatuhan syariah kepada pelanggan, terutama dalam sektor industri halal seperti makanan, minuman, farmasi, kosmetik, dan produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).

Menurut Dwi, sertifikasi halal ini menjadi nilai tambah dalam upaya meningkatkan daya saing moda kereta api sebagai pilihan utama dalam angkutan barang.

Pengembangan Layanan dan Fokus Keamanan

KAI Logistik juga terus memperluas layanan angkutan barang dengan fokus pada peningkatan kapasitas dan keamanan. 
Salah satu aspek penting yang terus dikembangkan adalah pelayanan angkutan khusus untuk bahan berbahaya dan beracun (B3) yang memerlukan penanganan ketat sesuai standar keselamatan dan regulasi berlaku.

Seluruh layanan angkutan B3 dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan pada regulasi, sehingga memberikan jaminan keamanan bagi pelanggan yang membutuhkan layanan tersebut.

Hingga saat ini, KAI Logistik telah memperoleh izin untuk mengangkut sekitar 12 jenis barang berbahaya, termasuk Nitrogen, Amonia, Etanol, Asam Sulfat, dan Metanol.

Perusahaan menyatakan bahwa peningkatan layanan ini tidak hanya memperkuat posisi kereta api sebagai moda transportasi yang berkelanjutan, tetapi juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, seperti pengurangan emisi transportasi serta peningkatan keselamatan publik.

Terkini